Google+ Followers

Monday, December 11, 2017

Antara Hujan dan Salju

Di sini sedang turun hujan
Di negeri sana sedang turun salju
Persamaannya yaaa sama-sama dingin
Sama-sama ada rasa khawatir
Kadang membuat cemas karena anginnya kencang
Kadang membuat tersenyum karena aku suka melihat ada butiran turun dari langit
Antara butiran air dan butiran es

Thursday, December 7, 2017

Revisi Hidup

Assalamu'alaikum,

Kemarin adalah salah satu hari yang penuh ujian. Menahan air mata untuk orang sesensitif aku ternyata g baik juga... Selama ini, aku udah jarang sekali nangis. Nah, kemarin sekalinya nangis udah deh banjir sampe mata bengkak nyut-nyutan dan kepala pusing... Mata udah dikompres sampe dua kali...

Revisi. Seiring berjalannya waktu, revisi bagi aku g hanya soal revisi ketika skripsi dan tesis. Mmm, sepertinya hidup aku juga perlu aku revisi... Dengan segala kerandoman aku, spontanitas, keacak-acakan yang buat orang geleng-geleng kepala... 
Alhamdulillaah nya dengan segala kekurangan dan keterbatasan aku sebagai manusia, aku selalu dikelilingi sama orang-orang yang selalu ada untuk aku... Terima kasih ya semua (orang-orang yang berada dalam ring 1 aku) yang selalu yakin sama aku, yang selalu ada buat meluk aku, yang selalu bilang semangat. Terima kasih atas doa-doanya untuk kelancaran segala urusan aku, terima kasih atas kehadirannya kemarin untuk memberikan selamat tapi berujung belum bisa kasih selamat karena masih ada yang tertunda...
Kadang sempat berpikir untuk menyerah saja karena aku sudah lelah tapi aku sudah sejauh ini... Hanya tinggal beberapa hari harus berjuang yang menentukan aku ke garis finish atau memilih give up ikut ambulans klo dipertandingan lari...
Yah hidup itu bukan hanya tentang hal yang membahagiakan saja, bukan hanya keceriaan yang aku tampilkan pada gambar dan tulisan di media sosial. Kadang aku hanya tidak ingin membagi kisah sedih dan keluh kesah di media sosial. Mungkin blog menjadi satu-satunya media sosial bagi aku untuk bercerita lebih banyak tanpa perlu mengganggu banyak pihak, tanpa perlu dilihat orang banyak.
Di balik kebahagian dan keceriaan yang kalian lihat percayalah pasti ada juga kok air mata yang pernah menetes. Aku pun jadi introspeksi diri, kenapa tidak perlu terlalu mengekspose kebahagiaan karena belum tentu orang lain bahagia dengan kebahagiaan kita. Ada kalanya mereka berpikir bahwa hidup aku terlalu bahagia tanpa mereka tau kisah-kisah sedih yang tak pernah aku tampilkan lewat gambar. Padahal awalnya aku berpikir bahwa foto-foto kebahagiaan aku juga bisa membuat orang lain bahagia...

Hidup adalah kisah bahagia dan sedih... Tidak mungkin bahagia terus tidak mungkin sedih terus...
Well, sekarang saatnya aku mengumpulkan sisa-sisa tenaga untuk revisi, ya revisi tulisan, ya revisi hidup...

Bismillaah... Kembalikan semuanya kepada Allah...

Friday, December 1, 2017

KIJP (Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau)

Assalamu'alaikum,

Hua mulai dari mana ya kisah ini... Baiklah, kisah dimulai dari awal mula aku tau KIJP.
Beberapa tahun yang lalu aku sempet ketemu sama Ka Asta dan Ka Chiki Fauzi yang pada waktu itu menjadi salah satu pengisi materi di Temu Pendidik Nusantara, Sekolah Cikal. Aku tertarik sama komunitas sosial yang Ka Chiki ikuti, ngobrol dan tanya-tanyalah aku. Ternyata komunitas itu adalah KIJP!

Singkat cerita, aku follow deh IG nya KIJP, tapi dulu aku jarang mainan IG jadi g tau klo lagi ada kegiatan dan dibuka untuk jadi relawan.
Nah, memang takdir Allah itu pasti. Aku yang g sengaja (padahal mah emang udah takdir Allah) liat IG KIJP yang lagi mencari relawan untuk ngajar di pulau. Alhamdulillaah aku pun sudah resign waktu itu jadi lebih fleksibel untuk pergi-pergi. Daftarlah aku, kirain ngisi isian biasa aja secara online, taunya panjang euy jawaban yang harus diberikan. Aku bener-bener belum ada bayangan itu isi pertanyaan2nya dari hp, klo diminta buat essay singkat 500 kata di beberapa pertanyaannya, aku pilih ngisi pake komputer deh, hehehe.... Soalnya pas pake hp eh ke restart, ulang dari awal coba, huhuuuu... Udah ngetiknya perjuangan, biasalah aku masih suka typo klo ngetik pake hap, jarinya kegedean kali ya... Hahahha...

Saat daftar biasa deh aku belum bilang ke mama papa soalnya (....), soalnya tesis belum selesai hahahahhaa.... Ya pasti ditanya2 deh kok kamu pergi2 kan tesis belum selesai bla bla bla bla.... Ya meskipun ujung-ujungnya aku akan berargumen :p. Saat udah kirim semua jawabannya terus aku baru bilang deh ke mama dan papa bahwa aku mau ngajar di pulau, sebentar kok cuma 3 hari... Tanggepan mereka, ya pastilah bahas2 tesis yang belum selesai tapi aku yakinkan bahwa kegiatan ini in syaa Allah bermanfaat dan positif :).

Ini pengalaman pertama bagi aku untuk coba ikutan jadi relawan ke pulau. Harap-harap cemas lolos apa ngga ya dan alhamdulillaah aku lolos, seneng sekali.... Beneran aku tungguin lho kabar ini...
Aku pengen aja gimana caranya aku bisa jadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak, aku mau aja bisa berkonstribusi lebih di dunia pendidikan khususnya pendidikan anak-anak :).

Oh iya aku itu ikutan KIJP batch 6, ternyata ada hampir lebih 300 relawan baik inspirator, fotografer, dan videografer yang bergabung. Relawan-relawan tersebut akan dibagi ke 13 pulau (Pulau Karimun Jawa, Pulan di Banten, dan 11 Pulau di Kepulauan Seribu).

Aku yang daftar sendiri (g sempet ngajak-ngajakin temen karena baru daftar saat hari terakhir batas pendaftaran) bener-bener mendapatkan kesempatan yang luar biasa, bisa kenal sama teman-teman baru yang seruuu bangeeet....

Sebelum hari keberangkatan ke pulau, ada trainingnya dulu, dari jam 8- hampir jam 5 sore... Wuih emang keliatannya lama banget ya dari pagi sampe sore, eits tapi ini trainingnya seru lho...

Saat training, relawan sempet dikelompokan berdasarkan cara belajar, tenyata aku ini orang bodily kinestetik.... Aku hepiii bangeet di grup ini karena hampir semuanya ya mirip aku, kita sama-sama rame, orangnya suka gerak, seru, jadi kelompok paling heboh, hahahhaa....

Nah pas awal training itu kita belum tau akan ditempatkan di pulau apa, aku pun pasrah aja karena emang temen baru semua, alhamdulillaah aku ngerasa satu frekuensi aja sama semua temen-temen di KIJP. Mmmm mungkin karena kita punya kesamaan, sama-sama peduli akan pendidikan anak-anak, sama-sama mau terjun langsung membuat diri menjadi lebih bermanfaat, dan sama-sama mau belajar dari orang lain.

Saat jadi relawan dari luar kita emang ngajar tapi sebenernya kita yang jadi banyak belajar.... 

Saat yang dinanti tiba, pembagian pulau. Aku dapet di Pulau Kelapa, mmm belum familiar pulaunya (aku cuma tau Pulau Pramuka, Harapan, Pari, Bidadari, Tidung). Tidak berekspektasi banyak, aku in syaa Allah sudah siap... Ya iyalah klo mau jadi relawan mah harus siap dengan kondisi seadanya :))

Ya meskipun teman-teman yang pas awal dateng aku kenalan dan aku udah deket pada hari itu g ada yang sepulau... Jadi kenalan lagi deh sama temen-temen baru yang akan sepulau. Persiapan sebelum berlayar cukup padat, kita ngadain dua kali ketemu. Aku gabung di seksi kertas cita-cita untuk anak-anak, kita buat lebih dari 300 topi-topian untuk anak-anak. Nah ketemuan untuk ngerjain pra karya ini di rumah aku (eh rumah Allah deng, yang dititipkan ke mama papa aku).

Nah berikut ini gambar yang sempat diabadikan :))

Naik perahu kayu, seseruan sama temen-temen yang asyik

Muka bahagia g bisa bohong, lautnya indaah masya Allah

To be continue maaf aku ngantuk, piss yooo....


Tuesday, November 21, 2017

Seminar Prasidang

Penantian
Belum Usai
Semoga Segera Usai

Hitam Putih Kehidupan

Biar gambar yang berbicara -sekian-

Sunday, November 19, 2017

Selasa Depan Seminar Pra Sidang

Assalamu'alaikum,

Huaa sudah jarang ngepost... Padahal banyak banget yang mau aku tulis, dari nikahan sahabat tersayang, serunya berlayar dan ngajar di pulau bareng KIJP (Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau, dan ikutan workshop merangkai bunga...
Nanti yah semoga sempet aku tulis :))
 Yup2, bismillaah in syaa Allah Selasa depan aku akan seminar pra sidang alias review tesis...
Mohon doanya ya semua...
Mohon maaf juga kalau ada salah soalnya bisa jadi dosa yg aku perbuat yg akan menghambat kelancaran segala urusan aku... 
Semoga studinya bisa segera lulus, ilmunya berkah, aamiin :)

Thursday, November 16, 2017

Saat Hujan Menemani

Hari ini cerah
Ya, awalnya
Kemudian
Mendung
Hujan
Hari ini aku menulis
Jari-jemariku menari di atas keyboard laptop
Aku berada di  depan jendela kaca besar
Hujan tidak pernah gagal
Tidak pernah gagal membuatku tersenyum
Aku suka sekali
Kali ini meski mungkin hatiku berair
Di depan mataku
Ada pemandangan danau yang menghampar
Airnya beriak terkena tetesan air hujan
Jendela kaca dipenuhi titik-titik air
Aku suka
Suka sekali
Kalau saja aku punya kesempatan bermain di bawah hujan
Ah aku mau sekali
Bukan hanya kali ini
Hujan menemani
Bukan hanya di waktu kini
Hujan menemani
Bukan karena aku senang
Hujan menemani
Bukan
Justru hujan datang di waktu yang tepat
Saat hatiku mungkin butuh teman
Saat semua terasa begitu sepi
Terima kasih telah menemaniku
Hujan


Saturday, October 28, 2017

Ketika Ada yang Menjauh???

Assalamu'alaikum,
Sebenernya lagi bingung kenapa ada orang yang tiba-tiba menjauh. Apa ini cuma perasaan aku aja ataukah emang ada sesuatu... Aku coba introspeksi diri, apakah aku ada salah atau pernah menyakiti orang tersebut...
Ya, sebenernya sedih banget sih karena aku tau sebenernya dia temen yang baik dan asik bangeeet... Masa setiap dia sadar aku ada di sebelahnya dia langsung pergi, setiap aku sapa dia nunduk dan suaranya jadi pelan... Aku komentar tapi g dibales juga :"( Terus g pernah sapa aku duluan lagi... Yasudah kita lihat progressnya saja ya mungkin hanya karena kesibukan dan mungkin ada hal yang lagi dia pikirkan...
Ya klo memang bermaksud menjauh karena g nyaman temenan sama aku, aku hargai keputusan itu...
 *wahai teman yang masih dan tetap aku anggap baik :")

Bertambah Dewasa???

Assalamu'alaikum,

Yup kali ini kita akan bahas tentang "dewasa". Dewasa yang akan dibahas kali ini bukan dari umur tapi pemikiran... Ya meskipun g dipungkiri umur jadi salah satu faktor yang bisa bikin pikiran berubah dewasa juga...
Aku ngerasain semakin ke sini, cara pandang aku akan sesuatu dan cara aku menghadapi masalah semakin berubah...
Awalnya, aku orang yang belum stabil secara emosi, bisa nangis sesenggukan tiba-tiba klo lagi sedih g peduli aku lagi di mana, kadang di keramaian pun...
Sekarang kebiasan itu sudah mulai berubah, aku g hanya peduli sama diri sendiri tapi aku juga mulai bisa menempatkan diri. Aku ini hidup g sendiri, aku ini hidup bukan hanya untuk memikirkan perasaan diri sendiri tapi ada perasaan orang lain yang akan terlibat jika aku berekspresi...
Klo aku sedih dan tiba-tiba nangis di keramaian apa orang lain g jadi khawatir? Apalagi orang-orang terdekat...
Ada kesedihan-kesedihan yang bisa dikelola atau dikontrol sehingga orang lain g perlu merasakan kesedihan juga.... Aku juga sudah mulai belajar untuk memaafkan dan merelakan, berdamai dengan masa lalu itu lebih menenangkan... Tetap bersilaturrahim dengan semua orang tanpa terkecuali itu membahagiakan, kita g perlu pilih-pilih, biarlah yang sudah berlalu...
Aku ingin semuanya baik-baik saja...
G semua orang suka sama kita, tapi bagi aku yang terpenting adalah aku g boleh jahat sama orang...
Bagi aku perubahan menjadi "dewasa" ini g luput dari bantuan Allah... Allah selalu punya cara yang paling baik untuk menjaga hambaNya, Allah bisa saja menjadikan itik buruk rupa jadi angsa yang elegan. Mudah bagi Allah menjadikan hati yang awalnya benar-benar lemah dan patah menjadi hati yang kuat seperti baja.
Bertambah "dewasa" juga bicara ketenangan dalam menghadapi sesuatu... Bukan cuma panik dan bingung tapi gimana memikirkan jalan keluarnya dan g main menyalahkan orang lain...
Harus instrospeksi...
Udah ah segini aja ya tulisannya... Sebenernya lagi tiba-tiba pengen nulis aja...
Bismillaah semoga jadi pribadi yang lebih baik...
*Maafkan klo tulisannya bersifat sangat personal, semoga berkenan.

Monday, October 16, 2017

Jerman Mengingatkanku pada ....

Assalamu'alaikum,

Wah udah jam setengah 2 pagi nih, belum bisa tidur...
Tadi abis liat foto-foto pemandangan musim gugur di IG. Eh pas banget lokasinya ternyata di Jerman, tulisannya sih di kota Köln... Sebenernya klo inget Jerman itu serasa ada sesuatu yang hanya perlu dikenang, disimpan rapi. Ada kenangan yang g perlu muncul ke permukaan. Selama ini, banyak puisi-puisi aku yang berkaitan dengan Jerman, itu aku klo merem bayangin lagi ada di salah satu tempat di Jerman abis itu bisa lancar nulisnya. Ya, Jerman jadi salah satu inspirasi aku nulis puisi. Aku pernah nulis tentang hasrat aku merasakan musim gugur di Jerman, rasa jatuh cinta aku sama salju di Jerman, tentang orang yang lagi kedinginan di Jerman, tentang kota ramai di Jerman tapi serasa sepi karena jauh dari tanah air dan sebagainya....
Aku masih sedih sih belum bisa ke Jerman sampai saat ini, tapi klo ke Jerman pun aku g tau apakah akan bahagia atau justru tambah sedih...
Memang ada orang-orang berjasa yang ingin aku kunjungi di sana tapi ada juga orang yang pengen aku temui tapi sebaiknya g usah, ya gpp g usah aja...
Kadang sedih juga ya ketika punya impian tapi sebenernya kita udah sama sekali g bisa mewujudkannya...
Bukan karena kita g usaha, bukan...
Namun, memang sudah jalannya aja begitu...
Ada sesuatu yang sudah terjadi dan g bisa kita ubah....
Kebahagiaan itu bukan hanya tentang "aku". Harusnya kebahagiaan orang lain juga jadi kebahagiaan "aku".

Melewatkan Musim Gugur

Sejak tahun lalu
Aku bercita-cita menjumpai musim gugur
Musim dengan warna-warni cantik mendominasi
Aku kagum dengan suasananya
Meskipun kata orang, dingin mulai menusuk
Aku selalu rindu berjumpa musim gugur
Berjalan di atas daun-daun yang terhampar bak permadani
Musim yang ingin kudekap
Musim yang belum pernah terjamah olehku
Namun, sayangnya tahun ini aku tetap melewatkannya
Mungkin aku memang belum diizinkan bertemu dengannya
Mungkin aku masih harus sedikit bersabar
Mungkin aku harus menunggu kamu 
Agar selanjutnya, aku tak lagi
Melewatkan musim gugur