Wednesday, September 19, 2018

Okonomiyaki Rumahan ala Addina

RESEP OKONOMIYAKI



Bahan-bahan:
- Tepung, taburan, dan olesan (sepaket bumbu takoyaki beli di @mozakitchen). Aku hanya pakai ¼ kantunng tepung.
- 1 Telur
- 1 gelas Air
- 1/2 Bawang Bombay
- 2 Daun bawang
- 1/4 Kol (makin banyak makin enak :))
- 4 Crabstick
- Garam
- Lada
- 4 lembar Red Cheddar Cheese
Bahan-bahannya :).
Cara Memasak:

1. Sediakan baskom ukuran sedang. Masukan ¼ tepung, 1 butir telur, dan 1 gelas air. Aduk rata.
2. Masukan Bawang Bombay yang sudah diiris memanjang, cacahan Daun Bawang, Kol, Crabstick, kemudian aduk rata.
3. Tambahkan garam dan lada secukupnya.
4. Tuang adonan di atas penggorengan anti lengket dengan api kecil, tutup atasnya.
5. Jika sudah matang, balik okonomiyaki dengan hati-hati.
6. Taruh lembaran Red Cheddar Cheese di atasnya, biarkan meleleh.
Penampakan Okonomiyaki saat dibalik. 
Voila, jadi deh :).
Sudah jadi deh, resepnya mudah kan. Isiannya bisa dibuat sesuai selera.

Selamat mencoba.

Thursday, September 13, 2018

Nasi Panggang Rumahan ala Addina

“Nasi Panggang Dadakan dengan Bahan Seadanya ala Addina”

Bahan-bahan:

- 1 Piring Nasi
- 2 Sosis
- 1/4 Block Salted Butter
- 1/2 Bawang Bombay
- 3 Siung Bawang Putih
- 1/2 Wortel
- 3/4 Susu Full Cream Ultra/ Green Field 250ml
- Garam
- Lada
- Bubuk Cabai
- Gula
- Oregano
- 1/3 Block Keju Cheddar
- 3 Lembar Red Cheddar Cheese yg gampang meleleh (aku beli di @mozakitchen , merk Anchor)



Cara Memasak:
1. Goreng 2 sosis yang sudah dipotong kecil-kecil, tiriskan. Sosis ini nantinya akan dicampur dan ditaruh di atas nasi sebelum dipanggang.
2. Lelehkan butter, kemudian tumis bawang bombay yang sudah diiris dadu dan bawang putih yang sudah dicacah hingga wangi dan kecoklatan, masukan wortel yang sudah diiris dadu, beri garam, gula, dan lada secukupnya.
3. Tuangkan susu full cream dan oregano, aduk merata, masukkan 1 piring nasi putih. Kemudian tambahkan keju cheddar yang sudah diparut dan sosis.
4. Jika sudah mengental, matikan api, tuang di wadah tahan panas. Susun sosis di atasnya, kemudian tutup dengan red cheddar cheese (nanti akan meleleh), susun sosis lagi, dan taruh sisa parutan keju Cheddar (nanti akan kering kecoklatan).
5. Panggang ke dalam oven pada suhu 170 derajat celcius selama 20-30 menit. Api atas.

Penampakan sebelum dipanggang
Lapisan keju dan sosis

Voila sudah jadi :)
Revisi Cara Memasak dan Modifikasi Bahan Masakan

Warnanya lebih cokelat karena pakai madu jadi cepat gosong :)

Revisi

1. Ternyata enakan tumisan dicampur nasi terlebih dahulu (bukan dituang susu terlebih dahulu), jadi kya buat nasi goreng, lebih enak karena tekstur nasinya jadi agak keras.
2. Panggang ke dalam oven dengan api atas bawah bukan hanya atas saja, ini membuat nasi tidak terlalu berair.
3. Tambahkan di atas lapisan Red Cheddar Cheese, mayoinaise (2 sendok makan mayonnaise pedas, 1 sendok the cabai bubuk (klo aku pake merk Bon Cabe level 2), dan 1 sendok teh madu).
4. Tambahin daun bawang juga enak.

Bagi aku sih ini masya Allah enaknya, aku udah bikin sampai 4 kali dan yang terakhir kali bikinnya pake loyang dan langsung ludes pas udah jasi :)). Orang rumah juga semuanya pada suka.

Selamat mencoba :)).

Thursday, August 9, 2018

Sirloin Steak Ala-ala :)

Assalamu'alaikum,

Kali ini, aku mau berbagi resep simpel cara masak Sirloin Steak. Inspirasi memasak kali ini datang karena menonton youtube Gordon Ramsay. Aku biasanya nonton 3-4 youtube channel sebelum aku masak sesuatu, ada juga yang aku tambah dengan baca blog orang, abis itu biasanya aku modifikasi deh :).

Resep Sirloin Steak ala Addina:
- 200gr Daging Sapi Sirloin
- Salted Butter (aku biasanya pake Elle&Vire / Orchid / Lurpak / Anchor)
- Garam
- Lada (lebih enak lagi pake black pepper yg masih agak kasar)
- Bubuk Paprika (optional)
- Rosemary (optional, ini rasa dan aroma Rosemary juga kuat banget, klo mau yang light, g usah pake juga udah enak kok)
- Bawang Putih (optional, kali ini aku g pake soalnya bagi aku rasa bawang putih itu terlalu kuat dan bikin rasa dagingnya terganggu, tapi balik lagi ke selera ya)
- Olive oil (optional, kali ini g pake soalnya olive oil di rumah lagi abis)

Voila Sirloin Steak ala Addina. So yummy so buttery :). Masya Allah.
Cara memasak:
1. Daging yang udah dibeli kan masih tampak berair ya, keringkan dulu pake tisu makan sampe benar-benar kering.
2. Potong daging menjadi 4 bagian klo dirasa daging terlalu besar (karena aku bukan pro, aku takut kematangan dagingnya g seperti yang aku harapkan jadi biasanya 1 daging 200gr aku potong jadi 3-4 bagian).
2. Taburi garam, lada, dan bubuk paprika (boleh juga dipakein olive oil klo ada), secukupnya. Dilumuri deh ke seluruh daging hingga merata.
3. Diamkan daging 4 jam - seharian (taruh di kulkas tapi bukan di freezer ya) supaya bumbu meresap.
4. Lelehkan salted butter pada penggorengan anti lengket secukupnya, tunggu sampai benar-benar panas (klo kata Chef Yuda supaya dapet hasil daging yang luarnya crispy tapi dalemnya juicy).
5. Taruh daging, biasanya klo udah panas banget dagingnya sampe berdesis, masukkan Rosemary, miringkan penggorengan abis itu butter yang sudah mencair diambil pake sendok dan dikucurkan ke bagian atas daging (kira-kira sekitar 3 menit).
6. Balik daging, lakukan hal yang sama (kucurkan lelehan butter di atasnya, sekitar 3 menit juga).
7. Kemudian angkat dan istirahatkan daging sekitar 2-3 menit.
8. Iris tipis-tipis deh (rasanya happy klo liat tingkat kematangannya sesuai sama yang diharapkan).

Klo dipakein Rosemary jadi lebih cantik saat difoto, hahahaha...
Penampakan saat dipotong-potong, aseli ini juicy banget :)
Nah klo menurut kalian, daging aku itu tingkat kematangannya medium apa medium well??? Aku rasa di tengah-tengahnya, hehehe... 
Komentar jujur, aseli ini super enak, empuk banget dagingnya, dan gampang buatnya. Oh iya, aku pilih Sirloin Steak karena bagian lemaknya aku suka banget, lumer di mulut.

Selamat mencoba ya :).

Saturday, August 4, 2018

Aku yang "Tumbang"

Assalamu'alaikum,

Memaksakan sesuatu itu memang tidak baik. Mau aktif boleh tapi harus sadar diri (ya setidaknya kalimat ini adalah nasihat untuk diri aku sendiri). Akhir-akhir ini aku suka push to the limit. Kadang wira-wiri ke lebih dari 1 tempat tiap hari. Naik ojek g pake jaket padahal aku g tahan angin (pake kipas angin dan AC aja bisa bikin masuk angin). Dalam 3 bulan terakhir, aku 2 kali tumbang dong akhirnya.

Pertama, tumbang secara tiba-tiba setelah poundfit push to the limit, aku yang udah jarang olah raga eh tetiba ikutan poundfit, dan telat 15 menit jadilah g pake pemanasan dulu, langsung hajar bae. Malemnya secara tiba-tiba, aku deman, menggigil hebat, kedinginan, dan bibir kuku aku biru. Aku sampe pake baju lapis 2 dan pake 2 lapis selimut juga, tapi tetep kedinginan. Itu salah satu menggigil terparah aku sih selama hidup, pernah 2 kali begitu (dulu pas SMP saat aku sakit tipes dan dirawat juga pernah menggigil sampe muka kya mayat karena pucet dan bibir biru). Tadinya udah mau ke dokter terus g jadi. Aku balurin minyak kayu putih aja semua badan, terus istighfar, aku yang menghindari minum obat (aku ada sensistif obat soalnya), terpaksa minum panadol deh walaupun aku maunya cuma setengah. Alhamdulillaah 2 jam kemudian aku membaik dan besoknya alhamdulillaah kembali normal. Agak aneh sih menurut aku, sebenernya alhamdulillaah aku jarang sakit tapi sekalinya sakit kok bisa langsung parah gitu ya, huhuhuhuhu...

Tumbang ke-2
Tumbang ke-2 terjadi secara tiba-tibaa. Pagi itu, mama beliin aku mie ayam. Aku yang sebenernya udah mulai disiplin soal makanan (klo pagi biasanya aku cuma konsumsi 1 buah apel atau pisang), tergiur juga sama Mie Ayam pake saos abang-abang pula. Mulai dari situ, aku udah ngerasa mual, terus udah tau mual, aku paksain ttp berangkat ngajar 11 km jauhnya dari rumah, pergi dengan ojek tanpa menggunakan jaket, udah mulai tambah mual deh. Sesampainya di sekolah, aku muntah-muntah 2 kali, akhirnya memutuskan izin pamit pulang duluan. Masih bandel pake ojek pulangnya, sejam lebih nahan muntah, eh sampe depan rumah langsung huek (pake masker kan ya jadilah itu muntah kena semua ke muka, ulalallaa... Alhamdulillaahnya tinggal air sih karena udah muntah ke -3), berkali-kali aku minta maaf ke abang ojeknya dan aku lapin dulu tali helmnya pake tissue basah), huhuuhuhu...

Sesampainya di rumah, muntah makin menjadi-jadi, setiap makan bahkan minum pun keluar lagi coba, sampe 5 kali dan perut udah kosoang banget. Udah deh nyerah, memutuskan untuk ke Rumah Sakit. Sebenernya, aku g suka banget sama rumah sakit, tapi mau gimana lagi, apapun g ada yang bisa masuk ke perut padahal udah laper. Ya udah deh minta infus aja (ini infus ke-2 dalam hidup aku), karena pernah juga diinfus 2 tahun lalu dan ternyata g sesakit disuntik di lengan. Sejam di  rumah sakit, alhamdulillaah sampe di  rumah udah berenti muntah-muntahnya tapi diarenya masih huhuhuhu... Sampe sekarang udah hari ke-5 pun masih diare (ya Allah, paraah banget ini). Sehari bisa 5-7 kali ke kamar mandi (ya 2 tahun yang lalu lebih parah sih sehari 20 kali dan sampe lemes lunglai).

Mohon doanya ya semua, semoga penyakit ini menjadi penggugur dosa-dosa, aamiin. Semoga bisa dapat beraktivitas seperti sedia kala lagi, aamiin. Semoga nanti klo dikasih sehat sama Allah bisa lebih produktif dan bermanfaat untuk orang banyak, aamiin.

Friday, May 11, 2018

Harapan di Tahun 2018

Assalamu'alaikum semua,

Kali ini, aku mau buat tulisan dari hati. Padahal harusnya aku masih punya PR buat tulisan mengenai perjalanan seru aku ke-3 tempat menawan di awal tahun ini. Berhubung tulisan dan foto belum siap (foto belum semuanya aku  pindahin ke laptop), jadilah aku nulis apa yang sedang mengusik benak aku ini.

Alhamdulillaah, Allah telah mengabulkan impian aku untuk mengajar di pelosok negeri, so impian petualangan sudah tepenuhi, jadi siap mikirin "nikah" dong harusnya? Ulala sebenernya aku udah mulai mengurangi untuk membahas hal ini di media sosial. Ya lelah aja... Lelah denger pertanyaan basa-basi orang lain ke aku, "Kapan nikah?", "Sekarang lagi deket sama siapa?", "Kenalin dong calonnya?". Mereka ngerti g sih klo jodoh itu adalah rahasia Allah, mereka nanya 1000 kali ke aku pun, aku g akan pernah bisa jawab.

Sebenernya orang di luar sana g perlu tau sih tapi yaudahlah aku kasitau aja, di umur aku yang udah 28 ini emang dikira aku g mau nikah apa? Ya pasti maulah, apalagi aku tuh seneng banget sama anak-anak, aku udah pengen bisa main sama anak-anak aku sendiri. Klo orang lain berpikir aku g usaha, aku terlalu pemilih, aku ini dan itu (berprasangka buruk), ya terserahlah mereka mikir apa... Mereka g tau aja kan ikhtiar apa yang udah aku lakukan selama 10 tahun terakhir ini... Apa aja yang udah aku persiapkan... 

Dari mulai tertarik sama lawan jenis, ketika berdoa g lama kemudian orangnya menikah sama orang lain. Berusaha serius sama orang tapi ternyata cuma friendzone terus orangnya nikah sama orang lain, pernah berusaha membahas cita-cita ke depannya sama seseorang tetiba orangnya menghilang. Aku sampai di titik aku g terlalu mikirin. Menolak untuk memikirkan semua ini lebih tepatnya. 

Aku bener-bener berusaha menyibukan diri setiap harinya, ya ke perpuslah buat baca buku, ya ikut kajianlah, ya berkegiatan sosiallah, ya masak-masaklah, pokoknya apa aja yang buat aku sibuk positif. Pernah aku push to the limit 3 kegiatan nonstop perharinya dari jam 9 pagi sampe 10 malem full. 

Ya Allah, Addina memang merupakan orang yang banyak maunya, Addina pengen ini pengen itu, pengen traveling ke sana pengen traveling ke situ. Addina pengen BFD lah ke Jerman. Sesungguhnya di balik semua impian yang banyak banget itu, Addina memprioritaskan menikah, jika ada orang yang memang tepat, baik agama dan akhlaknya, Addina rela kok melepas semua impian Addina itu, asal Allah ridho.

Ya Allah tapi jika memang belum waktunya Addina menikah dalam waktu dekat, izinkan Addina ke Jerman dulu ya Allah, permudah Addina untuk ke Jerman ya Allah.


Wednesday, January 17, 2018

Alhamdulillaah, 2018 Penuh Kejutan dari Awal...

Assalamu'alaikum,

Alhamdulillaah aku ucapkan, banyak kejutan unik dari Allah untuk akuuu...
Aku melalui sidang yang begitulah tapi alhamdulillaah akhirnya aku lulus jugaa...

Alhamdulillaah aku akan pergi ke 2 negara berbeda di bulan Januari dan Februari dan 2 negara itu adalah 2 negara yang awalnya bukan jadi tujuan aku di tahun 2018...

Mungkin belum ke Jerman, Austria, atau Swiss... Tetap berdoa untuk bisa ke negara tersebut di tahun ini, aamiin...

Ceritanya dari mana ya.. Oke, dari negara pertama yang in syaa Allah akan aku kunjungi 2 hari lagi... Awalnya g kepikiran sama sekali ke negara itu. Aku sama adek aku itu udah ke travel fair dari September dan negara inceran buat sweet escapenya itu Korea. Namanya juga sudah takdir ternyata tiket ke Korea lagi pada melambung (berhubung aku dan adek aku akan bayar sendiri untuk tikenya jadilah kita cari yang murah atau setidaknya sedanglah). Ternyata kita g sempet dapet tiket promo juga di travel fair itu karena g bawa kartu bank rekanan. Yudah deh cari di C*thay dan SG aja. Anehnya kita aku dan adek aku g nyari ke Korea tapi ke negara (masih rahasia) ini.
Alhamdulillaah dapet di tanggal yang sebenernya menengangkan karena g tau pada tanggal itu aku udah selesai urus-urus kelulusan apa belum....

Cerita ke 2 adalah akan perginya aku di bulan Februari ke negara yang sebenernya belum pengen-pengen banget aku kunjungi. Harga tiket yang lumayan mahal (padahala negara tetangga) menjadi pertimbangan aku g memasukkan negara ini menjadi negara yang pengen banget aku kunjungi dalam waktu dekat. Lagi-lagi semua sudah takdir Allah. Akibat ngobrol sama salah satu temen aku yang mau traveling ke negara tersebut, aku berniat join. Sayangnya harga tiket promo yang temen aku dapetin udah g ada, adaya harga normal yang cukup menguras kantong. Pada waktu itu aku memutuskan g jadi join. Eh tiba-tiba rezeki emang g kemana ya. Temen aku hubungi aku, salah satu temennya g jadi ikutan karena sedang hamil. Yasudah aku masuk menggantikan.
Alhamdulillaah-nya masih bisa ganti nama dan harga tiket promo yang aku harus bayar alhamdulillaah cukup murah 3,3 jt pp dengan harga normal 6-10 jt pp. Alhamdulillaah penginapan juga dapet yang murah 1,5 per orang untuk 5 hari 4 malam. Ini termasuk murah karena penginapannya apartemen, 2 kamar tidur dengan fasilitas dapur dan ruang tamu. Ulasan lengkapnya nanti ada part tersendiri ya, in syaa Allah akan aku review sekalian pas aku udah ke sana.