Google+ Followers

Saturday, May 17, 2014

Sebuah Catatan Debur Ombak

Siang itu aku menatap cakrawala.... Ku langkahkan kaki menuju dermaga...
Mulailah ku keluarkan kertas dan pena, sambil menatap hamparan laut yang begitu luas dan buih yang mendekat kemudian menjauh, ku tuliskan "Sebuah Catatan Debur Ombak"


Aku tak takut pada panas
Jiwaku terbuai ombak
Ini tak sepanas hatiku
Melihatmu mungkin di tempat lain berlabuh


Ini aku
Di bawah sinar mentari
Aku bukan ingin berjemur
Aku juga bukan ingin berpanas-panasan
Aku menikmati pemandangan buih yang menari di depanku
Terik ini tak seberapa
Ingin aku ikut menari bersama ombak, menantinya di tengah terik mentari


Jika kututup mata dan tetap menulis,
kurasakan angin dan debur ombak mengajakku berlari menari


Kaki ini mulai panas, itu yang kurasakan
tapi
tetap tak sepanas hatiku
Mengapa hati ini begitu rapuh???
Tidak setegar batu di pantai
Ya, tetap kokoh seperti batu yang aku duduki saat ini


Percikam ombak sesekali mengenai wajahku
Membuyarkan lamunanku
Lamunan tentang apapun aku tak tau,
mungkin bukan tentang dirimu apalagi tentang kejadian semalam


Ah sudahlah, lupakan...